Mengapa Hypnoteaching Berhasil Membuat KBM Menjadi Lebih Efektif? - Integra Institute

Mengapa Hypnoteaching Berhasil Membuat KBM Menjadi Lebih Efektif?

Posted by: Admin
Category: Hypnosis & Hypnotherapy

Pernah mendengar istilah Hypnoteaching? Ini adalah salah satu teknik aplikasi hipnosis untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Hypnoteaching biasa digunakan oleh praktisi hipnosis yang juga berprofesi sebagai seorang pendidik atau pendidik yang sudah belajar hypnoteaching.

Banyak penelitian sudah dilakukan baik dari manca negara maupun dari dalam negeri. Jika selama ini kita belum banyak mengetahuinya, bisa jadi karena mereka memang tidak mempublikasikan hasil penelitiannya ini. Sangat wajar bagi orang indonesia yang memang belum terbiasa menulis apa yang sedang mereka lakukan, praktekan, amati atau teliti.

Meskipun demikian hypnoteaching sudah tidak perlu kita ragukan lagi. Bahkan teknik hypnoteaching juga dapat disandingkan dan dikolaborasikan dengan semua teknik dan metode yang ada dalam dunia pendidikan. Salah satu contohnya adalah metode Quantum Teaching. Jika kita pernah mendalami keduanya, maka kita akan menemukan banyak konsep yang sama antara keduanya. Hanya saja racikan dan sajiannya sedikit berbeda.

Apakah hypnoteaching itu semacam menidurkan peserta didik di kelas kemudian diberi pelajaran atau materi? Tentu saja tidak. Hypnoteaching lebih baik dan istimewa dari hal itu. Singkatnya teknik ini menggunakan teknik hipnosis secara langsung dan tidak langsung.

Kapan hypnoteaching dilakukan secara langsung dan kapan secara tidak langsungnya?

  • Secara langsung

Misalnya ketika kita melakukan relaksasi tubuh dan pikiran peserta didik serta melakukan hypnotherapy. Pada saat ini kita benar-benar sedang menggunakan hipnosis dan hipnotherapi secara langsung.

Atau juga terlihat ketika kita mengajarkan teknik self hipnosis kepada peserta didik. Bahasa populernya adalah direct hipnosis.

  • Secara tidak langsung

Ketika kita memberikan sugesti terselubung dan menggunakan komunikasi hipnosis yang tidak disadari oleh peserta didik, pada saat itulah

ini biasanya terlibat dalam proses komunikasi yang bermuatan hipnosis antara pendidik dan peserta didik. Misalnya dengan dengan teknik pacing-leading, menyisipkan perintah terselubung, dsb.

Salah satu contohnya adalah berikut ini :

Dari pada mengatakan,

“Ayo sekarang kerjakan 30 soal yang telah ibu berikan ini. Pokoknya nanti sebelum istirahat kalian kumpulkan pekerjaannya di meja ibu. Awas kalau sampai ada yang tidak mengumpulkan. Ibu akan kurangi nilainya”.

(anak-anak mengerjakan karena takut)

Lebih baik mengatakan,

“Anak-anak manis yang ibu sayangi. Sekarang kita sudah menyelesaikan materi Fotosintesis ini. Ibu melihat jika kalian sudah menguasai 50-70%nya. Jadi supaya kemampuan kalian menjadi 71-100%, soal yang ibu berikan ini akan membantumu nak. Semakin banyak soal yang berhasil kamu selesaikan, kemampuanmu akan semakin baik. Jadi sekarang kerjakana soalnya dan buat kemampuanmu menjadi lebih sempurna”.

(anak-anak mengerjakan dengan senang dan semangat).

024/H

Author: Admin

Leave a Reply