Jamahi Puncak Tertinggi Dunia, Himalaya Dengan Ransel Self-Esteem

Posted by: Admin
Category: NLP

Puncak tertinggi Planet Bumi itu berada di Pegunungan Himalaya.

Himalaya ini memiliki ketinggian sekitar 8.850 mdpl. Puncaknya yang sangat terkenal dan dianggap sebagai puncaknya dunia bernama “Puncak Everest”. Semua pendaki gunung yang profesional bercita-cita ingin menjamahi puncaknya. Mimpi mereka ada yang tercapai, ada yang gagal dan ada pula yang mengurungkan niat serta menguburnya dalam-dalam.

Singkatnya puncak Everest di Himalaya bagaikan tempat yang paling istimewa bagi seorang pendaki gunung profesional. Puncak ini ibarat tujuan, cita-cita dan impian yang kita miliki. Sebenarnya kita pun memiliki impian yang hampir sama meskipun wujudnya berbeda. Umumnya kita lebih menginginkan kesuksesan dari pada kegagalan, lebih menginginkan kebahagiaan dari pada penderitaan dan lebih menginginkan kenyamanan dari pada kepedihan yang membuat tidak nyaman.

Mengapa ada pendaki gunung profesional yang berhasil tetapi ada juga yang gagah menjamahi puncak tertinggi di dunia? Mengapa pula ada orang yang sukses mencapai impiannya tetapi ada juga yang gagal? Ada banyak alasan jika kita ingin mencari kambing hitamnya. Bahkan kita sampai tidak dapat menmukan lagi kambing hitam yang lainnya karena sudah laris diambil oleh mereka yang sering kali mencari 1001 alasan dibalik kegagalannya.

Berbeda dengan orang hebat. Mereka yang sukses menjamah puncak Everest di pengunungan Himalaya bukanlah orang sembarangan. NLP mengatakan jika mereka memiliki SELF ESTEEM yang kuat dan dasyat. Apa itu Self Esteem? Self Esteem adalah ransel bagi seorang pendaki Everest. Artinya ransel ini memiliki makna dan arti yang besar bagi seorang pendaki gunung. Mengapa? Semua bekal dan barang bawaan yang dibutuhkan selama pendakian berada didalamnya.

Self Esteem adalah kesan objektif yang kita berikan kepada diri kita yang menjadi pijakan bagi kita dalam menyikapi berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan. Apa itu? Ini semacam perasaan mampun dan yakin dapat mencapai puncak Himalaya yang dimiliki oleh seorang pendaki gunung profesional. Oleh karena itu mereka tergerak hati, jiwa, pikiran dan fisiknya untuk mencari cara bagaimana mewujudkan impian besarnya itu.

Ada cerita yang lain. Para pendaki yang gagal menjamai puncak Everest adalah mereka yang memiliki Self Esteem lemah menurut NLP. Seperti tidak yakin jika akan berhasil mencapainya, tidak percaya jika dirinya mampu dan sudah mengubur

dalam-dalam mimpinya tersebut. Artinya Self Esteem ini bisa berupa citra diri positif atau negatif. Mana yang lebih memberdayakan? Tentu saja yang positif.

025/NLP

Author: Admin

Leave a Reply