Dream Therapy(2) – Mimpi Buruk dan Tips Mengatasinya - Integra Institute

Dream Therapy(2) – Mimpi Buruk dan Tips Mengatasinya

Posted by: Admin
Category: Past Life Therapy

“Apakah Hidup itu? Sebuah Ilusi, bayangan, cerita. Dan kebaikan yang paling besar cukuplah kecil: sebab seluruh kehidupan itu merupakan mimpi dan mimpi hanyalah mimpi” Pedro Calderon De La Barca

Macam-macam Mimpi

Setiap malam kita semua bermimpi namun biasanya sulit mengingat apa yang kita mimpikan, ataupun jika kita ingat, mungkin sulit dimengerti. Selama kita tidur, otak kita tetap aktif dan mimpi kita peroleh melalui lapisan-lapisan yang lebih dalam di alam bawah sadar kita. Alam bawah sadar tidak berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata atau melalui pemikiran, tetapi menggunakan gambar visual untuk menstimulai intuisi dan perasaan kita. Ketika bangun, bisa tertinggal sisa ‘perasaan’ mengenai sesuatu yang tetap ada pada kira sepanjang hari, sesuatu yang tertera dalam ingatan kita seperti jejak kaki  dalam salju.

Jika Anda adalah seorang Past Life Therapist, Hypnotherapist dll, Intepretasi atau Penafsiran Mimpi adalah alat yang bisa membantu penemuan isi psikis di dalam pikiran nirsadar dari klien, seperti emosi dan aspirasi yang dipendam, naluri atau insting yang terhambat, dll. Semua hal tersebut secara patologis kemudian akan memanifestasikan diri dan muncul sebagai symptom neurotis. Sigmund Freud berpendapat bahwa Mimpi adalah jalan tol menuju pikiran alam bawah sadar, dan Freud adalah orang Modern pertama yang memanfaatkan interpretasi mimpi dan analisis mimpi untuk investigasi kejiwaan.

Mimpi diklasifikasikan menjadi beberapa macam:

1)      Daydreams; sering kali kita sebut dengan lamunan;  setiap orang cenderung melamun 70 – 120 menit per hari… (merasa ga? Hahahah). Ketika melamun, level kesadaran kita antara tidur dan sadar.  Lamunan terjadi selama jam sadar dan kita memasuki suatu state yang mirip dengan kondisi hypnosis ketika kita membiarkan imaginasi membawa kita pergi. Sambil pikiran kita mulai mengembara dan level kesadaran naik, kita ‘hilang’ di skenario fantasi ciptaan kita sendiri.

2)      Lucid Dream; di dalam mimpi ini, si pemimpi menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi dan sedang berada di tengah-tengah mimpi. Pernah tidak Ada tersadar sedang bermimpi dan berkata,”Sebentar, ini kan Cuma mimpi..” Sampai pada titik ini seringkali orang  membangunkan dirinya karena sadar, barusan sedang bermimpi. Namun ada juga orang yang meneruskan mimpinya dan bertahan di state mimpi tersebut. Si pemimpi kemudian menjadi pemeran aktif di mimpinya tersebut, dan dapat membuat keputusan yang bisa mengarahkan dan mempengaruhi  jalannya mimpi tanpa terbangun. Mimpi ini bisa dikondisikan, caranya sebelum tidur, lakukan self hypnosis bahwa Anda akan mengalami mimpi yang dapat dikontrol. Membutuhkan latihan, namun bisa. Hasil mimpinya bisa mencerahkan J

3)      Healing Dreams; Jenis mimpi ini memberikan pesan dari unconscious kepada si pemimpi berkaitan dengan masalah-masalah kesehatan dari si pemimpi. Mimpi ini bisa  mengingatkan Klien untuk mengunjungi dokter gigi misalnya atau melakukan diet khusus atau perubahan gaya hidup.

4)      Propethic Dreams; adalah mimpi yang meramalkan masa depan. Penjelasan rasional dari mimpi ini adalah dreaming mind mampu menyatukan kepingan-kepingan informasi yang diamati secara unconscious selama periode kurang lebih 3 hari dan kemudian meramalkan kemungkinan-kemungkinan outcome yang akan terjadi. Masalahnya, ramalan ini dibuat berdasarkan pengalaman, unconscious dan lain-lain dari si pemimpi.

5)      Epic Dreams; adalah mimpi-mimpi yang muncul dan mengambil tempat yang hanya bisa digambarkan dalam skala luas. Contohnya seseorang yang bermimpi hadir ditengah peperangan Napoleon di Waterloo, mendengarkan suasana bising tembakan dan mencium bau asap di medan perang tersebut. Mimpi yang memberikan perasaan kemenangan.

6)      Nightmare; ini adalah mimpi yang mengganggu, bahkan menakutkan yang bisa  menimbulkan perasaan tidak enak atau cemas saat bangun. Mimpi buruk ini bisa jadi timbul sebagai respons terhadap situasi atau trauma dari kehidupan nyata. Jika seseorang tidur dalam keadaan khawatir dan cemas, bisa jadi kemudian dia bermimpi buruk, yang disebut dengan Post-traumatic stress nightmare (PSN). Mimpi buruk juga bisa terjadi jika kita merasa diabaikan, tertolak, ketika kita menhadapi situasi tertentu yg kurang kondusif sering kali kita secara sadar menekan pemikiran-pemikiran yang berhubungan dengan situasi tersebut dan dengan demikian menjadi penting bagi pikiran kita untuk memunculkannya kembali ke permukaan ketika sensor kesadaran sedang tidak aktif.

Umumnya mayoritas orang yang secara teratur mengalami mimpi buruk memiliki kemungkinan sejarah masalah kejiwaan dalam keluarga, pengalaman tidak menyenangkan dengan ketergantungan obat-obatan, kesulitan dalam hubungan personal, atau orang-orang yang pernah mencoba untuk bunuh diri. Apa sebenarnya point yang harus dicatat dari mimpi-mimpi buruk ini? Bahwa Mimpi Buruk adalah Indikasi dari perasaan Takut (fear) yang Butuh untuk di Akui dan di Hadapi. Ini adalah Cara dari Unconscious Mind untuk membuat kita duduk dan memperhatikan

Mimpi buruk yang dialami oleh Klien bisa membantu hypnotherapist dalam mengatasi permasalahan klien karena suatu mimpu buruk yang berulang-ulang dialami oleh klien memberikan petunjuk kepada hypnotherapist bahwa akar penyebab masalah ada pada Repressed Memory atau ingatan yang dipendam. Mimpinya terjadi berulang-ulang karena Konflik, biasanya digambarkan secara simbolis di dalam mimpi, tetap saja belum terselesaikan atau malah sengaja diabaikan.  Selama masalahnya belum di selesaikan, mimpi buruknya akan terus berlanjut.

 

Mengatasi Mimpi Buruk

Bagi mereka yang sering mengalami mimpi buruk, pergi tidur selalu menimbulkan ketakutan. Tidur bukannya  menyegarkan, malah seperti masuk ke situasi yang penuh tekanan malam demi malam. Isi mimpi buruk subyektif terhadap diri si pemimpi, artinya yang menakutkan dalam dunia mimpi seseorang mungkin tidak menakutkan dalam mimpi orang lain. Yang mengganggu dari mimpi buruk adalah Pengalaman Emosionalnya, bagaimana hal itu dirasakan, bukan arti lambang atau kejadian itu sendiri. Oleh sebab itu, orang yang lebih sensitive akan lebih sering mengalami mimpi buruk daripada orang lain yang tidak peduli terhadap pikiran dan perasaan yang tidak disukai. Ini juga menjelaskan mengapa orang yang memiliki bakat kreatif dan anak kecil lebih sering mengalami mimpi buruk.

Walaupun mimpi buruk tidak menyenangkan, ia tetap mempunyai maksud Positif.  Mimpi buruk bisa jadi pesan dari alam bawah sadar kita, suatu cara untuk memberikan peringatan kepada kita tentang hal yang sedang terjadi, atau dalam keadaan sadar harus lebih kita perhatikan. Jika memang demikian, mimpi buruk bisa muncul berulang kali dan makin lama makin menakutkan sampai akhirnya kita mengerti  apa yang terjadi dan dapat menghilangkan akar permasalahannya.  Jadi ketika Klien Anda sering mengalami mimpi buruk yang berulang, Anda tahu apa yang harus dilakukan, yaitu cari Repressed Memory nya hingga ke root cause dan Release (dengan teknik-teknik mind tech yang Anda ketahui).

Sementara itu, bagi Anda yang ingin mencoba membantu diri sendiri untuk mengelola mimpi buruk yang dihadapi, dapat dilakukan dengan Visualisasi Kreatif untuk mengurangi frekuensi dan intensitasnya. Latihan Visualisasi Kreatif dapat dilakukan melalui 2 tahap yaitu, pertama, latihan Menciptakan Pemandangan Khayal, Anda perlu mengembangkan kemampuan memvisualisasikan sesuatu guna mengalami pengalihan mental dari mimpi buruk Anda. Lakukan langkah-langkah berikut:

1)      Duduklah di tempat yang sepi dimana Anda merasa aman, nyaman dan rileks. Pejamkan mata dan bernapaslah dengan lembut.

2)      Sekarang, bayangkan Anda berada di tempat yang indah, bisa di dalam ataupun diluar ruangan. Visualisasikan pemandangannya selengkap mungkin, perhatikanlah benda-benda atau pemandangan sekeliling Anda, semua suara atau bau-bauan, rasakan suhu di sana, entah panas atau dingin. Perhatikanlah bagaimana perasaan Anda, dan pakaian apa yang Anda kenakan. Coba dengarkan suara-suara, cium aroma-aroma di sekelilingnya.

3)      Jika Anda sudah merasa nyaman dengan pemandangan tersebut, cobalah latihan membuat perubahan kecil di dalamnya. Misalnya, Anda bisa mengubah warna tembok, munculkan pintu atau gang. Anda juga bisa menambahkan seekor binatang kesayangan, sebatang pohon atau apapun yang dapat membuat Anda semakin nyaman berada di sana.

Teruskan latihan ini hingga Anda merasa yakin bahwa kekuatan imajinasi Anda sendiri semakin hari semakin baik. Jika suatu ketika Anda mulai merasakan reaksi negative terhadap apa yang Anda bayangkan, hentikan pemandangan itu dan mulai lagi.

Jika Anda telah memiliki keterampilan visualisasi kratif yang baik untuk menciptakan pemandangan khayal dan bermain dengannya sekehendak Anda, Anda dapat mulai mengolah mimpi buruk Anda dengan mempergunakan teknik ini.

1)      Tulislah mimpi buruk yang baru saja terjadi. Setelah itu, biarkan Anda mengubah mimpi buruk itu sekehendak Anda dengan menulis pemandangan baru yang kurang mengancam.

2)      Dengan menggunakan imajimasi kreatif, visualisasikan mimpi baru yang telah Anda tulis. Lihat pemandangan itu sedetil mungkin. Biarkan pemandangan tersebut bermain dalam pikiran Anda selama 5 – 10 menit, seakan-akan mimpi baru inilah yang sungguh Anda alami.

3)      Bayangkan mimpi baru ini setidaknya sekali sehari selama seminggu, sebaiknya sebelum pergi tidur. Sebaiknya, pada satu waktu hanya 1 mimpi saja yang diolah.

Setelah 1minggu, Anda perhatikan perbaikan dalam mimpi buruk yang terjadi. Jika belum ada perubahan, ubahlah mimpi Anda lagi dengan menciptakan pemandangan yang berbeda. Jika dalam 21 hari belum ada perubahan yang berarti, Anda perlu menemui seorang terapis yang dapat membantu Anda melepaskan  Repressed Memory atau tekanan dari alam bawah sadar Anda tersebut.

salam Bahagia,

Fiona Wang

Dari berbagai sumber Pembelajaran Dream Therapy

Author: Admin