Step Into Adulthood

With Clarity, Confidence & Character.

Guiding Young Adults to Lead Their Own Life

row3(copy)

“Emerging adulthood is a period of life characterized by exploration, instability, self-focus, feeling in-between, and a sense of possibilities.”

— Arnett, J. J. (2014). Emerging Adulthood: The Winding Road from the Late Teens through the Twenties.

Pendampingan Self-Leadership untuk Emerging Adults

Masa transisi dari remaja menuju dewasa adalah salah satu fase paling krusial dalam kehidupan.

Di usia 18–25 tahun, banyak anak:

  • Tampak baik-baik saja di luar

  • Namun di dalam merasa bingung, ragu, atau kehilangan arah

  • Mengalami konflik batin dengan orang tua atau orang lain

  • Overthinking tentang studi, karier, atau masa depan

  • Kurang percaya diri dalam mengambil keputusan penting

Tanpa fondasi self-leadership yang kuat, fase ini bisa menjadi periode stagnasi — bukan pertumbuhan.

Mengapa program ini penting?

Emerging adults adalah calon pemimpin masa depan—baik sebagai pemimpin bagi diri mereka sendiri, keluarga, maupun lingkungan dan profesi yang kelak mereka jalani.

Kepemimpinan masa depan tidak dibangun secara instan saat jabatan datang, melainkan dipersiapkan sejak dini melalui kemampuan memimpin diri sendiri: mengenali nilai dan potensi, mengelola emosi dan pilihan, serta bertanggung jawab atas arah hidupnya.

Dengan menumbuhkan self-leadership sejak sekarang, emerging adults diperlengkapi untuk menghadapi transisi menuju kedewasaan dengan lebih sadar, matang, dan berdaya, sehingga mereka siap mengambil peran kepemimpinan di masa depan dengan kualitas, bukan sekadar posisi.

A Personalized Self-Leadership Lab dirancang sebagai ruang pendampingan one-on-one yang terstruktur namun tetap fleksibel, menyesuaikan kebutuhan unik setiap emerging adult.

Dalam sesi ini, peserta akan didampingi melalui kombinasi mentoring dan coaching untuk membantu mereka mengenali diri, memperjelas arah hidup, serta mengembangkan kemampuan mengambil keputusan dan mengelola tantangan secara mandiri.

Bila diperlukan, pendampingan juga memberikan dukungan emosional yang lebih mendalam, sehingga peserta merasa aman untuk mengeksplorasi pengalaman, kebingungan, maupun tekanan yang mereka hadapi.
Proses ini membantu mereka membangun kesadaran, ketangguhan, dan kapasitas memimpin diri sendiri dalam kehidupan nyata.

A Personalized Self-Leadership Lab

Pendampingan one-on-one yang terstruktur namun fleksibel, menggabungkan mentoring, coaching, dan bila diperlukan, dukungan emosional yang lebih mendalam

Format Program

  • One-on-One Private Mentoring

  • 6 – 8 sesi (1 sesi 60 menit)

  • Setiap pertemuan bisa 1 – 2  sesi sekaligus sesuai kebutuhan

  • Dapat dilakukan online atau tatap muka

Contoh Area pengembangan:

1. Self-Identity & Personal Values
2. Decision-Making & Life Direction
3. Emotional Awareness & Regulation
4. Relationship with Parents and others.
5. Academic & Career Clarity
6. Responsibility & Independence
7. Area lain yang membutuhkan perubahan positif.

Emerging Adults Self-Leadership & Life Skills Mentoring

Membantu Emerging Adults Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Lebih Siap, Stabil, dan Mandiri

Masa emerging adulthood (18–25 tahun) adalah salah satu fase transisi paling penting dalam kehidupan.
Di masa ini, seseorang mulai belajar menghadapi berbagai tantangan kehidupan nyata — mulai dari kuliah, pekerjaan, relasi sosial, kemandirian, pengelolaan emosi, hingga pencarian arah hidup dan identitas diri.

Namun kenyataannya, banyak young adults saat ini tumbuh dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi masih mengalami kesulitan dalam:

  • Membangun kepercayaan diri,

  • Mengelola emosi,

  • Berkomunikasi,

  • Membangun relasi yang sehat,

  • Disiplin dan tanggung jawab,

  • Menjaga wellbeing,

  • Hingga menghadapi tuntutan kehidupan dewasa.

Program ini dirancang sebagai ruang pendampingan yang suportif, reflektif, dan praktis untuk membantu emerging adults membangun self-leadership, emotional maturity, life-skills, dan wellbeing secara lebih utuh dan bertahap.

10 Area Pendampingan Komprehensif

Membantu peserta memahami dirinya dengan lebih baik:

  • Kekuatan,

  • Kepribadian,

  • Nilai hidup,

  • Pola emosi,

  • Minat,

  • Serta identitas diri.

Peserta akan belajar membangun self-awareness yang lebih sehat, meningkatkan rasa percaya diri, dan menemukan arah hidup yang lebih bermakna.

Peserta akan belajar membangun self-awareness yang lebih sehat, meningkatkan rasa percaya diri, dan menemukan arah hidup yang lebih bermakna.

Membantu peserta belajar:

  • Mengenali emosi,

  • Mengelola stres,

  • Menghadapi tekanan,

  • Bangkit dari kegagalan,

  • Dan menjadi lebih stabil secara emosional.

Peserta akan mempelajari teknik emotional regulation, grounding, resilience, dan coping skill yang lebih sehat untuk menghadapi kehidupan sehari-hari.

Banyak emerging adults mengalami:

  • Social awkwardness,

  • Kesulitan berteman,

  • Kesepian,

  • Overthinking dalam relasi,

  • Atau kesulitan mempertahankan hubungan yang sehat.

Area ini membantu peserta mengembangkan:

  • Social awareness,

  • Empati,

  • Kemampuan membangun relasi,

  • Boundaries,

  • Dan relational maturity.

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu life-skills paling penting dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Peserta akan belajar:

  • Membuka percakapan,

  • Active listening,

  • Menyampaikan pendapat dengan lebih baik,

  • Komunikasi di lingkungan kampus maupun kerja,

  • Hingga meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi.

Program juga menggunakan latihan praktis dan roleplay untuk membantu peserta menghadapi situasi nyata.

Banyak young adults mengalami kesulitan dalam:

  • Procrastination,

  • Manajemen waktu,

  • Keterlambatan,

  • Sulit fokus,

  • Dan kurang konsisten.

Area ini membantu peserta membangun:

  • Rutinitas,

  • Disiplin diri,

  • Accountability,

  • Fokus,

  • Serta sistem pengelolaan diri yang lebih efektif.

Peserta juga diperkenalkan pada tools sederhana untuk habit building, planning, dan self management.

Kondisi fisik sangat memengaruhi:

  • Mood,

  • Fokus,

  • Energi,

  • Produktivitas,

  • Dan emotional wellbeing.

Peserta belajar membangun:

  • Pola hidup lebih sehat,

  • Sleep hygiene,

  • Awareness terhadap makanan,

  • Kebiasaan olahraga ringan,

  • Dan sustainable wellbeing habits.

Fokusnya bukan menjadi sempurna, tetapi membangun kebiasaan yang lebih sehat dan realistis.

Kemampuan akademik saja sering kali tidak cukup untuk menghadapi dunia kuliah maupun kerja.

Peserta akan belajar membangun:

  • Tanggung jawab,

  • Reliability,

  • Inisiatif,

  • Profesionalisme,

  • Konsistensi,

  • Dan sikap kerja yang lebih sehat.

Area ini membantu peserta lebih siap menghadapi internship, kuliah, first job, maupun tuntutan profesional lainnya.

Menjadi dewasa juga berarti belajar mengelola kehidupan sehari-hari secara mandiri.

Peserta akan belajar berbagai practical life-skills seperti:

  • Mengatur rutinitas,

  • Mengelola tanggung jawab harian,

  • Dasar pengelolaan keuangan,

  • Problem solving,

  • Pengambilan keputusan,

  • Dan keterampilan hidup mandiri lainnya.

Sangat relevan untuk peserta yang sedang mempersiapkan diri untuk kuliah luar kota, luar negeri, atau memasuki dunia kerja.

Generasi saat ini hidup di tengah dunia digital yang sangat cepat dan overstimulating.

Area ini membantu peserta memahami dampak:

  • Social media,

  • Comparison trap,

  • Doom scrolling,

  • Digital addiction,

  • Dan short attention span terhadap wellbeing mereka.

Peserta belajar membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi dan menciptakan life balance yang lebih baik.

Setiap emerging adult memiliki tantangan hidup yang unik.

Area ini memberikan ruang untuk membahas berbagai tantangan personal seperti:

  • Kebingungan arah hidup,

  • Loneliness,

  • Adaptasi lingkungan baru,

  • Homesickness,

  • Relationship struggles,

  • Self confidence,

  • Quarter-life confusion,

  • maupun tantangan personal lainnya.

Pendampingan dilakukan secara lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

Pendekatan Program

Program ini menggunakan pendekatan:

✨ Supportive
✨ Reflective
✨ Practical
✨ Human-Centered

Melalui mentoring, coaching conversation, reflective discussion, practical exercises, roleplay, dan habit-building activities.

Tujuan program ini bukan menciptakan young adults yang “sempurna,” melainkan membantu mereka menjadi pribadi yang lebih:

  • Sadar diri,

  • Sehat secara emosional,

  • Mampu membangun relasi,

  • Lebih disiplin,

  • Lebih resilient,

  • Dan lebih siap menghadapi kehidupan nyata dengan wellbeing yang lebih baik.

Karena menjadi dewasa bukan hanya soal bertambah usia —
tetapi belajar memimpin hidup dengan kesadaran, ketahanan, dan arah yang lebih sehat.

Coach & Mentor Pendamping

Copy of Day 3 #2

Dr. Fiona Wang, MM, PCC
Leadership & Wellbeing Specialist
20+ years experience in mentoring & leadership development

Self-leadership yang ditanamkan sejak dini adalah bekal terbaik orangtua untuk masa depan anaknya

Dear Parents, Silahkan pilih jadwal konsultasi awal

Mohon cek kembali halaman konfirmasi jadwal. Jika slot yang dipilih sudah terisi, sistem akan otomatis mengalihkan ke jadwal berikutnya yang tersedia.


Loading...
Powered by Booking Calendar
-
Available
21
-
Booked
21
-
Pending
·
21
-
Partially booked