Filter Pikiran Menurut NLP yang Membuat Seseorang Yakin atau Tidak

Posted by: Admin
Category: Uncategorized

Mengapa ada seseorang yang langsung yakin dan ada orang yang tidak? Salah satu contohnya adalah langsung yakin dan percaya ketika melihat atau mendengar sesuatu. Namun ada juga yang selalu saja tidak percaya dan ingin membuktikannya. Atau harus merasakannya sendiri.

Apakah kita termasuk orang yang percaya ketika diberi tahu jika API itu panas? Atau kita termasuk orang yang paling tidak percaya dan ingin membuktikannya sendiri dengan cara membakar diri dengan api? Termasuk yang mana kita?

Bedakan dengan pengalaman yang lain. Apakah kita termasuk orang yang langsung percaya dengan janji seorang calon presiden? Ataukah kita termasuk yang paling menolak dan tidak mudah percaya dengan janji-janji gombal para capres? Mana yang lebih dominan dalam diri kita?

Ternyata dalam NLP kita mengenal jika ada FILTER dalam pikiran kita. Uniknya filter setiap orang ini berbeda-beda. Dalam NLP kita mengenal filter pola-pola merasa yakin ini dengan istilah CONVINCER PATTERNS. Disana disebutkan jika ada 2 (dua) bagian utamanya. Apa saja itu?

Mari kita telusuri bersama kedua pola-pola merasa yakin tersebut :

Pertama,

Bagaimana Seseorang Merasa Yakin

  • Melihat

Dia harus melihat sendiri dengan mata kepalanya sendiri jika seseorang mampu melakukannya.

  • Mendengar

Dia baru yakin setelah banyak orang mengabarkan keberhasilan seseorang dalam melakukan sesuatu dengan suatu strategi.

  • Membaca

Dia baru yakin jika sudah membaca karya, portofolio atau cacatan keberhasilan (prestasi) seseorang yang memberinya pengetahuan baru.

  • Melakukan

Dia baru yakin dan percaya ketika dirinya sendiri sudah benar-benar melakukan dan mengalami sendiri suatu pengalaman.

Kedua,

Seberapa sering seseorang mengalaminya sebelum yakin

  • Otomatis

Langsung yakin, bahkan terhadap orang lain yang sama sekali belum ia kenal dengan baik sebelumnya.

  • Intensitas

Seseorang harus mendapatkan pengalaman berkali-kali sebelum akhirnya yakin. Misalnya baru yakin jika sebenarnya dirinya yang bermasalah, bukan tempat kerjanya setelah berulang kali dikeluarkan dari tempat kerja.

  • Waktu

Seseorang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk meyakini sesuatu. Misalnya untuk bergabung dengan suatu bisnis MLM seseorang harus menimbang-nimbang untung ruginya berhari-hari, berminggu-minggu sampai bertahun-tahun.

  • Konsisten

Seseorang yang tidak dapat diyakinakan atau istilah kasarnya adalah keras kepala. Istilah baiknya adalah orang yang teguh pendirian.

Ini adalah 2 (dua) filter atau penyaring dari pola-pola merasa yakin yang ada pada pikiran kita. Pertanyaannya, kita berada pada bagian yang pertama atau kedua? Bagaimana dengan orang-orang disekitar kita? Tentunya sangat unik dan beragam. Artinya untuk menyakinkan seseorang kita membutuhkan cara dan strategi yang berbeda.

010/NLP

Author: Admin