Tidak Ada Kegagalan, Yang Ada Hanyalah Umpan Balik

Posted by: Admin
Category: Uncategorized

Membahas presuposisi NLP seakan tidak akan ada habisnya, dari sekian banyaknya presuposisi NLP yang ditawarkan tentu ada beberapa presuposisi yang dijadikan oleh seseorang sebagai landasan dalam berpikir dan juga bertindak. Salah satu presuposisi NLP yang dapat kita terapkan sebagai “pendongkrak” semangat dan juga membuat kita cepat bangkit dari keterpurukan karena kegagalan adalah “tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah umpan balik”. Dengan menjadikan presuposisi NLP yang satu ini diharapkan kita dapat memberikan makna yang berbeda dari sebuah kegagalan dan juga dapat mencari hikmah yang terkandung dari sebuah kegagalan.

Banyak orang yang memaknai kegagalan sebagai sukses yang tertunda dan ada pula yang memaknainya sebagai proses belajar dalam hidup. Dalam NLP, gagal “didefinisikan” sebagai sebuah sinyal informasi yang menunjukkan adanya kekeliruan dari sebuah proses pencapaian. Dengan menggali informasi (hikmah) yang terkandung dari sebuah kegagalan, serta mempelajari struktur dan juga proses kegagalan dapat membuat kita menjadi lebih memahami kesalahan ataupun kekeliruan yang terjadi dalam proses pencapaian. Bila seseorang menganggap kegagalan sebagai sebuah bencana dan akhir dari sebuah perjalanan kesuksesan, maka habislah sudah orang tersebut. Oleh sebab itu, dengan memberikan makna yang berbeda pada sebuah kegagalan dapat merubah sikap dan perilaku kita dalam menghadapi kegagalan.

Terkadang makna yang kita berikan terhadap sebuah kegagalan dianggap sebagai sebuah “pembenaran” bagi sebagian orang, dan itu sangatlah wajar. Namun bila “pembenaran” tersebut dapat menghasilkan state yang membuat kita semakin berdaya, kenapa tidak? Justru dalam state yang berdaya tersebut kita dapat mudah untuk bangkit kembali dari kegagalan, bukan hanya menyesali kegagalan yang telah terjadi.

Selain presuposisi NLP, adapula 4 pilar NLP yang dapat kita jadikan sebagai sebuah sikap dalam mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Ke 4 pilar tersebut adalah Outcome, Behavior Flexibility, Sensory Acuity dan juga Rapport. 4 pilar NLP dapat mempermudah kita dalam menggapai cita-cita melalui rumusan Well-formed Outcome (WFO) yang ditawarkan oleh NLP. Sebagai penutup artikel ini, mari kita sama-sama renungkan pentingnya memilih dan memberikan makna terhadap sebuah peristiwa dalam hidup, dan semoga kita tetap menjadi pribadi sukses dengan mental yang tangguh!

005/SH

Author: Admin